Rabu, 28 November 2012

Manusia Sempurna (?)

Nobody’s perfect!Katanya.
Pemikiran Islam, Konsep Tauhid, Manusia Adil, Ensiklopedi Islam, Literatur
Robot bukan Manusia


Manusia tidak ada yang sempurna, bisa salah, khilaf, lalai, punya dosa, punya kekurangan, tidak suci kayak malaikat, tidak sekuat gajah, tidak selincah rusa, tidak setangguh ikan hiu, tidak bisa terbang, bla bla bla, dst,….

Kadang proposisi serupa kerapkali digunakan sebagai justifikasi terhadap berbagai macam kekurangan, kegagalan, bad performance, kemalasan, (baik scope individu maupun kolektif) dan juga sering dipakai sebagai sebuah excuse untuk bersikap permissif terhadap berbagai kemudhorotan, penyimpangan moral, maksiyat dan bahkan di tataran yang akut, membenarkan perilaku kezaliman & kejahatan.

Semua manusia yang hidup di dunia ini, diciptakan oleh Allah dengan menggunakan suatu standard produksi yang sudah baku. Allah tidak akan pernah ngawur, spekulasi, khilaf, lalai, iseng-iseng, dalam menggagas, mendesain, sampai proses perwujudanya, tidak pernah lepas seperbilyun detikpun dalam mensupervisi, memantau, mengontrol masing-masing prosesnya.

Selasa, 20 November 2012

10 Mindset SALES SuperStar


10 Api
Berikut adalah 10 pola pikIr, yang merupakan kompilasi dari tiga sales superstar (Allan Domb, Marc mc ever, dan John Leahy)

Pertama, para Sales Superstar menekankan betapa pentingnya hubungan dengan pelanggan. Sehingga relasi merupakan hal mutlak dilakukan sebelum transaksi penjualan maupun paska penjualan. Karena hal inilah yang menjadikan penjualan berlipat ganda, karena referensi  yang diberikan dari para pelanggannya.

Sabtu, 02 Juni 2012

7 Alasan Gestun (Gesek Tunai) Dg Kartu Kredit


 Alasan orang-orang lebih memilih Gestun; ambil cash dengan menggesek kartu kredit di merchant ketimbang lewat alat ATM, karena konsumen bukanlah orang bodoh. Peluang usaha gestun/ambil cash marak di seluruh kota besar di Indonesia. Semakin berkembang penggunaan kartu kredit di sebuah kota, semakin menjamur usaha tarik cash kartu kredit seperti ini. Mustahil dihentikan atau ditiadakan. 

Biang asal penyakitnya ada pada bank itu sendiri, bukan di nasabah atau merchant atau bahkan ancaman sistemik perbankan. Kalau bank atau asosiasi AKKI mau membereskan hal ini, bereskan diri mereka sendiri. Bukan pihak lain. Yang bisa dilakukan bank hanyalah membuat praktek gestun/ambil cash ini berjalan secara sembunyi-sembunyi dan makin sulit dideteksi. Kenapa kami bisa berkata demikian? Mestinya bank ingat pepatah mereka sendiri; YANG PENTING BAYAR TAGIHANYA!